Kisah Sukses Anak Panti Asuhan

Minggu, 07 April 2013


Teks: Yahya Umar, Wartawan DenPost

Judul Buku: Ketut Putra Suarthana, Berawal dari Panti Asuhan
Penulis      : Agustinus Apollo dkk
Penerbit  : Andi  Yogyakarta
Tahun      : Maret 2013
Tebal        : 224 halaman



Kisah sukses tokoh pendidikan pariwisata Indonesia, Dr. Ketut Putra Suarthana, MM dibukukan. Buku berjudul “Ketut Putra Suarthana, Berawal dari Panti Asuhan” yang diterbitkan Penerbit Andi Yogyakarta tersebut diluncurkan pada Jumat, 5 April 2013 di Hotel Puri Saron Denpasar.


Bagaimana Putra Suarthana menjalani hidupnya dari seorang anak keluarga miskin di Madangan, Desa Petak, Gianyar sehingga sukses mendirikan lembaga pendidikan pariwisata dan menjadi pengusaha pariwisata dilukiskan dengan menarik dalam buku ini. Bagaimana kehidupan Putra Suarthana masa kecil, lalu menjadi anak panti asuhan hingga secara perlahan menjadi orang yang “dipandang” oleh praktisi pariwisata bisa menjadi inspirasi bagi para pembaca.

Putra Suarthana, pemilik sejumlah lembaga pendidikan dan latihan pariwisata mempunyai kisah yang menarik. Ia merupakan anak dari seorang penggarap tanah puri ini, sejak kecil dihadapkan pada kehidupan yang sulit. Ketika kecil ia pernah mengembala itik, dan juga pernah ikut ibunya bekerja dengan berjalan kaki dari Madangan, Gianyar sampai ke Desa Plaga, Badung. Perjalanan dari Madangan ke Plaga memerlukan waktu hampir satu hari menyusuri Tukad Pakerisan. Bisa dibayangkan beratnya hidup yang dijalani Putra Suarthana saat itu.

Kesulitan hidup terus dihadapi Putra Suarthana dan keluarganya. Orangtuanya tidak mampu membiayai hidup anak-anaknya yang berjumlah 12 orang, dan Putra Suarthana merupakan anak yang terakhir. Karena keluarganya mengalami kesulitan hidup, Putra Suarthana akhirnya menjadi anak panti asuhan. I harus pindah dari Madangan dan menjadi anak panti asuhan di Melaya, Jembrana.

Di panti asuhan itulah, ia dididik disiplin dan hidup teratur. Dari mulai makan, belajar, bermain, hingga tidur waktunya diatur. Selama jadi anak panti asuhan, ia mendapatkan pendidikan formal. Ia menjadi anak panti asuhan hingga tamat SMA. Panti asuhan bagi Putra Suarthana bagai tempat kelahirannya yang kedua. Di panti asuhan ia memulai hidup baru dan kelak menjadi inspirasi dalam menjelajah kehidupan ini, baik ketika menjadi mahasiswa, menjadi dosen hingga menjadi pengusaha di bidang pariwisata. Kehidupan di panti asuhan mengajarkan Putra Suarthana untuk tidak kenal menyerah dan tangguh menghadapi tantangan hidup.

Putra Suarthana kemudian menjadi tokoh yang sukses. Mapindo yang didirikannya berkembang pesat. Ia kini juga memiliki hotel. Anak panti asuhan itu kini dikenal sebagai pengusaha, sekaligus sebagai pendidik di bidang pariwisata. (jk)

Penulis: Yahya Umar (Wartawan DenPost)

0 komentar:

Poskan Komentar

 
jagad kata © 2011 | Designed by RumahDijual, in collaboration with Online Casino, Uncharted 3 and MW3 Forum